PENGASPALAN DENGAN BENTANG 9 METER TRANS SUMATERA DENGAN SUMITOMO HA90C-2

AFindonesia2019_phot02__DSC9072

 

Asphalt Finisher SUMITOMO HA90C-2 merupakan asphalt finisher 9 meter yang paling efisien dan mampu bekerja untuk lebar 2.8 meter hingga 7,5 meter tanpa ekstension

Tol Trans Sumatera adalah proyek toll yang di masuk dalam daftar Proyek Startegis Nasional yang telah di rencanakan pembangunannya sejak 2004 ketika era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2012, namun proyek ini baru terealisasikan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo pada tahun 2016. Jalan tol yang direncanakan membentang sejauh 2.818 km ini akan menghubungkan kota-kota di Sumatera, mulai dari Lampung hingga Aceh. Pemerintah telah menunjuk penugasan PT. Hutama Karya (Persero) sebagai pelaksana pembangunan jalan toll Trans Sumatera ini.

Dalam Pelaksanaan tugasnya PT. Hutama Karya menunjuk BUMN lainnya sebagai kontraktor utama dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dan konstruksinya, diantaranya PT. Waskita dan PT. Wijaya Karya. Selain sebagai kontraktor utama dan juga perusahaan BUMN lainnya yang terlibat langsung dalam pengerjaannya, yaitu PT. Hakaaston yang merupakan anak perusahaan dari PT. Hutama karya (Persero) sendiri, yang bergerak dalam spesialisasi pengerjaan konstruksi pembangunana jalan. PT. Hakaaston berperan sebagai pemasok utama Hotmix, Beton dan ready mix untuk proyek jalan toll Trans Sumatera ini.

Sumitomo Paver Indonesia

Hakaaston UP Palembang yang ditunjuk sebagai pelaksana penghamparan aspal proyek jalan tol Palembang – Kayu Agung sepanjang 34 Km, mengandalkan unit Asphalt Paver SUMITOMO HA90C-2 sebagai ujung tombak dalam pengerjaan penghamparan Aspal yang dilakukan di lajur Utama selebar 9m. Bapak Ega F. Kurniawan sebagai koordinator pelaksana pengerjaan dari perusahaan tersebut sangat puas akan kinerja dari SUMITOMO HA90C-2 yang dipakai karena hasil penghamparan yang sangat baik dengan permukaan yang halus dan kepadatan yang juga sangat baik didapatkan pada permukaan hingga bagian dalam. Hal lain juga dirasakan dari faktor pengoperasian mesin yang sangat mudah dikarenakan menggunakan Bahasa Indonesia sehingga membuat operator sangat cepat beradaptasi, juga kemudahan mobilisasi dan bongkar pasang extension screed yang sangat menghemat waktu dan dalam persiapan sebelum melakukan penghamparan aspal.

Mereka sebelumnya merencanakan melakukan penghamparan aspal dengan lebar Main Road sebesar 9m dengan menggunakan 2 Unit Asphalt Finisher dengan pengaplikasian teknis Hot Join sambungan pada bagian tengah. Namun dengan spesifikasi unit SUMITOMO HA90C-2 yang memiliki bentang screed maksimal hingga 9 meter, maka mereka memutuskan untuk menggunakannya. Keputusan ini didasarkan hasil uji hampar yang baik dan hasil permukaan yang baik pula, dan atas dasar pertimbangan efisiensi waktu pengerjaan, waktu persiapan, quality control dan tentu saja operational cost lainnya seperti bahan bakar. Dalam proses pekerjaan penghamparan mereka harus menyesuaikan target yang di minta oleh kontraktor utama, sehingga sering kali mereka harus melakukan kegiatan penghamparan hingga 10-16 Jam/hari, terlebih mereka juga harus berperang dengan kondisi cuaca musin hujan di awal Februari ketika dokumentasi ini diambil.

AFindonesia2019_phot03__DSC7639